Jangan Tanya, Aku ingin Makan ...

/
0 Comments
Makanan yang di sajikan vegetarian semua, justru ini sangat menguntungkan karena aku tidak mengkonsumsi daging-dagingan dalam jumlah yang banyak. Ah, seperti biasa kalau di undangan tertulis jam 7 maka acara kan di mulai pukul 8 nya. Nah sabar menunggu yah.

Di salah satu rumah yang nyaman malam ini sedang ada acara makan malam keluarga, ibu, ayah dan anak-anak mereka, sedang makan dengan ceria.  Setelah makan mereka berkumpul untuk menonton bersama sesekali bercerita tentang apa yang terjadi hari ini. Menyenangkan sekali, malam ini semua senang dan segera beristirhat untuk menyambut mimpi indah tanpa ada gangguan apapun.

Di saat yang bersamaan di tempat yang lain ada dua orang sedang bercerita, mungkin sejenis pengaduan atau permintaan tolong. Ini kisah tentang beberpa orang yang entah yang mana bisa di percaya. Anak itu berusia tanggung dan sudah harus melihat ibunya menangis karena ayahnya yang bisa jadi berbohong untuk mendapatkan perempuan lain. Dan perempuan yang membuat pria itu jatuh cinta bukan lain adalah teman sekerjanya. Ibu si anak tanggung ini mengaku dia hanya seorang perempuan yang tidak berdaya, tanpa pekerjaan dan dari keluarga tidak mampu, hanya bisa pasrah kalau suaminya memang memutuskan untuk menikah kembali dengan syarat anak-anak harus di bawa demi masa depan mereka. “Suami saya begitu karena salah saya, suami saya juga bilang begitu” pernyataan ini yang selalu di ulang-ulang malam itu dan sambil menangis tentunya. Zaman sitinurbaya keleus __”

Di tempat yang lain kemarin malam sepasang suami istri bertengkar hanya gara-gara sebuah masalah catatan kecil. Sebuah catatan yang sang suami menulis tanpa tanggal, dan sang istri hanya mengingatkan lain kali supaya jangan lupa menuliskan tanggal sehingg apenghitungan mudah untuk di kerjakan. Apa daya sang istri ketika si suami malah balik teriak dengan kasar kemudian diam seharian. Sampai keesokan harinya setiap sang istri berbicara atau anak kecil bersuara dia menjadi emosi tanpa alasan, dan tanpa sadar tangannya meninju dinding rumah yang terbuat dari triplek sampai hancur.

Di salah satu kota di luar negeri ada sepasang pemuda pemudi yang baru menikah sedang merayakan kebahagian mereka. Berlibur berdua, menikmati waktu berdua, melakukan hal bersama, tersenyum dan tertawa dan berharap ini adalah awal yang sangat bahagia untuk memulai hidup yang baru. Dunia saat ini milik mereka berdua dan yang lain hanya menumpang. Mungkin mereka sedang berpikir nanti ingin punya anak berapa?

Ah acara sudah mulai, pengantin di suruh memasuki ruangan, kita semua berdiri menyambut dengan suasana yang senang. Ah aku udah mulai lapar, makanan kemudian di sajikan satu per satu. Mari teman selamat makan ^^ Jangan di tanya ini kisah apa, aku juga engga ngerti, dan jangan banyak tanya aku  ingin makan.



You may also like

No comments: